Suplemen program hamil mempunyai peranan yang cukup penting untuk dikonsumsi dengan tujuan menunjang kebutuhan gizi dan kesehatan ibu selama kehamilan. Selain itu, dengan mengonsumsi suplemen ini bisa membantu perkembangan dan pertumbuhan janin di dalam kandungan terutama pada awal kehamilan.
Fungsi suplemen dan vitamin dalam hal ini ternyata memiliki peranan yang berbeda. Vitamin untuk menjalani program kehamilan bisa diperoleh dari makanan ataupun dengan cara mengonsumsi suplemen. Vitamin tidak bisa digantingkan meskipun sama-sama bermanfaat. Sedangkan suplemen mempunyai peranan penting dalam melengkapi nutrisi yang diperlukan oleh tubuh seseorang.

Beberapa Vitamin untuk Suplemen Program Hamil

Bagi sejumlah pasangan suami istri yang saat ini tengah merencanakan kehamilan, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen program hamil. Hal ini bertujuan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dalam tubuh agar tetap terjaga serta lebih membantu perkembangan janin. Beberapa vitamin untuk suplemen dalam merencanakan kehamilan yang penting dikonsumsi diantaranya yaitu :

1. Vitamin A dan Beta Karoten
Fungsi dari vitamin A dan beta karoten ini yaitu untuk membantu perkembangan tulang dan gigi. Sumber makanannya bisa didapat dari telur, susu, hati, bayam, brokoli, buah-buahan berwarna kuning, wortel, labu, kentang, blewah, sayuran berwarna kuning dan hijau.

2. Vitamin B1 (Tiamina)
Vitamin B1 berfungsi mengatur sistem saraf dan membantu meningkatkan energi serta penting untuk pertumbuhan otak bayi. Sumber makanannya bisa diperoleh dari gandum utuh, buah beri, jeroan hewan, kacang-kacangan, nasi, telur dan pasta. Maksimal vitamin yang dapat dikonsumsi perhari adalah 1,4 mg.

3. Vitamin B2 (Riboflavin)
Dalam satu hari sebaiknya vitamin B2 tidak lebih dikonsumsi sebanyak 1,4 mg. Vitamin ini berfungsi untuk memproduksi energi, meningkatkan kesehatan mata dan kulit, serta menghambat penuaan. Kandungan vitaminnya bisa diperoleh dalam sereal, susu, telur, produk olahan susu, daging, unggas, ikan.

4. Vitamin B3 (Niacin)
Vitamin B3 berfungsi untuk membantu menyehatkan saraf, kulit, dan saluran pencernaan. Sumber makanan yang mengandung vitamin B3 bisa didapatkan dari makanan yang kaya akan protein, daging, sereal, ikan, telur, roti, kacang-kacangan, dan susu.

5. Vitamin B6 (Pyridoxine)
Vitamin ini berfungsi untuk membantu pembentukan sel darah merah, mengurangi terjadinya morning sickness, meningkatkan metabolisme, dan berperan penting dalam pembentukan otak bayi. Sumber makanannya bisa diperoleh dari kacang kedelai, gandum, beras merah, ikan, ayam, melon, kol, brokoli.

6. Vitamin B9 atau Asam Folat
Vitamin B9 berfungsi untuk mencegah terjadinya penyakit spina bifida yaitu cacat tulang belakang pada janin, serta berperan penting dalam menghindari preeklamsia. Maksimal dosis mengonsumsi asam folat yaitu 1000 mcg perhari. Sumber vitaminnya bisa diperoleh dari kembang kol, pasta, kacang-kacangan.

7. Vitamin B12
Dosis maksimal untuk bisa mengonsumsi vitamin B12 yaitu 2,6 mcg perhari. Fungsi dari vitamin ini adalah membantu pembentukan DNA serta mencegah terjadinya kelainan pada sumsum tulang belakang bayi. Sumber makanannya bisa diperoleh dari daging sapi, ikan, daging unggas, telur, kerang, dan susu.

8. Vitamin C
Vitamin C mempunyai manfaat untuk melindungi sel dalam tubuh, membentuk sistem imun, menyerap zat besi, dan sebagai antioksidan. Sumber makanannya didapatkan dari buah jeruk, kacang hijau, pepaya, stroberi, tomat, brokoli, paprika, dan kentang. Dosis maksimalnya perhari yaitu 2000 mg.

9. Vitamin D
Vitamin D berfungsi untuk mempertahankan jumlah kalsium di dalam tubuh selama kehamilan, dan memperkuat tulang dan gigi. Suplemen program hamil ini bisa diperoleh dari susu, ikan yang berlemak, dan sinar matahari.
Demikian sekilas mengenai vitamin sebagai suplemen program hamil yang disarankan untuk ibu hamil yang harus diperhatikan dengan baik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *