Tuesday, October 16
Home>>Kehamilan>>Tanda Awal Kehamilan yang Tidak Pasti dalam 3 Minggu Pertama
Kehamilan

Tanda Awal Kehamilan yang Tidak Pasti dalam 3 Minggu Pertama

Tidak banyak yang menyadari tanda awal kehamilan yang terjadi pada 3 minggu pertama. Kebanyakan baru disadari ketika menginjak usia kehamilan 4-6 minggu. Rata-rata tanda yang kita bahas nanti memang mengacu pada kondisi normal seorang wanita pada umumnya. Jadi, tidak dapat dipastikan memang hamil atau belum. Lebih lengkapnya, inilah 6 tandanya.

A. Perubahan Ukuran Buah Dada

Kerapkali, perubahan seperti ini dihubungkan dengan tanda awal kehamilan. Perubahannya tidak sekadar besar, tapi juga lebih sensitif dan lebih lembut ketika disentuh. Hal itu disebabkan oleh adanya pembengkakan pada kelenjar montgomery. Jadi tampak lebih jelas. Hanya saja, perubahan semacam ini tidak serta-merta langsung dianggap sudah hamil.

B. Kemungkinan Adanya Anoreksa

Rata-rata, orang hamil itu bawaannya mual-mual dan rasa tak enak pada perut. Seakan-akan, berbagai bau yang menyengat merupakan siksa baginya. Kalau memang begitu, memang betul merupakan tanda di awal kehamilan. Akan tetapi, kemungkinan lainnya terbuka. Misalnya terjadi potensi gangguan kesehatan yang berhubungan dengan anoreksa.

Sampai sekarang, penyebab anoreksa belum diketahui secara pasti. Masih simpang-siur diakibatkan oleh faktor psikologis, genetika, lingkungan, biologis, maupun lainnya. Satu hal yang jelas, bahwa anoreksa itu sama sekali bukan tanda awal kehamilan. Tapi bisa jadi, gara-gara perubahan sewaktu hamil, Mom bisa terkena anoreksa. Mudah-mudahan tidak.

C. Badan Terasa Mudah Lelah

Wajar jika seorang ibu yang hendak hamil mengalami tanda ini. Walaupun tidak semua bumil mengalami gejala dengan porsi yang sama, setidaknya dari segi kelelahan itu meningkat daripada biasanya. Tapi ada pula yang kerap membuat bumil terkecoh, yakni gejala akibat gangguan kesehatan seperti kadar gula yang rendah hingga menyebabkan pingsan.

D. Ngidam

Orang seringkali menafsirkan, bahwa wanita yang berhenti menstruasi dan ngidam itu dianggap sedang hamil. Padahal tanda semacam ini juga ada pada wanita dewasa yang tengah mengalami PMS. Faktor lainnya seperti meningkatnya asam di lambung juga berpotensi ngidam layaknya seorang bumil.

E. Mual-Mual sebelum Trimester Kedua

Gejala ini mayoritas dialami oleh wanita yang hamil. Kira-kira porsinya sebanyak 50% dengan iringan muntah-muntah. Hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan hormon HCG yang terdapat pada cairan pembentuk urin. Biasanya mengakibatkan pedih dan perih pada lapisan perut. Tanda awal kehamilan ini baru berakhir pada ketika masuk trimester kedua.

Hal itu akan menjadi berbeda ketika mual-mualnya berlanjut hingga trimester kedua. Meskipun periode menstruasi tidak terlihat, gejala ini seyogyanya disampaikan pada dokter ahli saja. Bisa jadi bahaya ketika dibiarkan begitu saja. Daripada semakin serius, bukankah lebih baik mencegahnya dari awal saja?

F. Fenomena Amenore

Kejadian ini hanya terjadi pada seorang wanita yang memiliki periode menstruasi tidak teratur. Penyebabnya bisa karena stres, pola makan yang keliru, maupun kelelahan akut. Saat dianggap usia kandungan berjalan 1 minggu, gejala amenore maupun gejala bumil yang sesungguhnya tidak bisa dibedakan secara jelas. Soal mirip dengan tanda awal kehamilan.

Soalnya fenomena amenore juga membuat seorang wanita tidak haid. Untuk memastikan apakah Mom hamil atau tidak, lebih baik periksakan ke dokter. Ketika sudah dipastikan tidak hamil, maka dokter akan memeriksa kandungan darah, melakukan uji lewat USG dan CT-scan. Mulai sejak itu, lebih baik kurangi olahraga berlebih yang membuat tubuh kelelahan.

Selagi tanda awal kehamilan pada minggu-minggu pertama muncul, tahan euforia dulu. Khawatirnya, ketika nanti terbukti bukan karena hamil, hati jadi kecewa berat. Lebih baik disikapi dengan santai dan biasa saja. Jika Mom memang hamil, syukuri. Segala kemungkinan bisa saja terjadi, seperti tanda-tanda di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *