Wednesday, November 14
Home>>Uncategorized>>Pendarahan Saat Janin 2 Bulan? Hati-hati Resiko Abortus
Uncategorized

Pendarahan Saat Janin 2 Bulan? Hati-hati Resiko Abortus

Pendarahan saat janin 2 bulan bukanlah sebuah hal normal dan Moms haruslah waspada karena hal ini adalah salah satu tanda keguguran. Gejala awal muncul sebagai flek, nyeri perut atau kram sampai Moms melihat jaringan yang dikeluarkan melalui jalan lahir. Meski demikian, tidak semua pendarahan ini memiliki dugaan kuat akan mengalami keguguran. Beberapa kemungkinan seperti berikut ini bisa terjadi:

  • Iritasi leher rahim
  • Gangguan pada pembekuan darah
  • Polip, kanker atau fibroid
  • Hamil anggur
  • Lelah karena aktifitas berat
  • Infeksi vagina
  • Gangguan hormonal dsb

Sangat disarankan agar Moms memeriksakan diri ke dokter kandungan supaya bisa dilakukan pengamatan lebih lanjut. Sejumlah prosedur mungkin harus Moms lalui untuk memastikan jenis gangguan kehamilan, mulai dari tes darah, pemeriksaan dalam hingga USG. Setelah itu, dokter akan memberikan penangangan khusus sesuai dengan jenis penyakit yang diderita. Ada yang berupa pembersih rahim, penguat kandungan, obat penghenti pendarahan hingga pembersihan rahim.

Sambil dalam masa perawatan, Moms bisa melakukan sejumlah cara sebagai berikut:

  • Pastikan Moms bedrest dan juga tidak melakukan aktifitas apa pun. Hindari olahraga dan mengangkat beban yang berat.
  • Pakailah pembalut dan ganti secara berkala.
  • Saat berbaring atau duduk, angkat kaki Moms.
  • Sebelum mendapatkan lampu hijau dari dokter, hindarilah berhubungan intim.

Pada saat janin 2 bulan, resiko mengalami abortus memang tinggi. Moms mengalami abortus apa bila memiliki resiko ini saat kandungan usianya dibawah 20 minggu. Selain mengalami pendarahan, tanda-tanda abortus ini diiringi dengan demam, mual dan muntah, keluar cairan di vagina (selain darah), terjatuh dan tekanan darah tinggi.

Usia janin 2 bulan merupakan masa-masa yang rentan. Parahnya lagi gejala morning sickness masih ada sehingga terkadang Moms tidak bisa membedakan mana yang abortus dan murni bawaan morning sickness. Pada saat seperti ini, pastikan Moms tidak panik. Rajin-rajinlah konsultasikan ke dokter dan tetap sabar bila kemungkinan terburuk terjadi. Segalanya masih bisa diperbaiki dan masih ada harapan bila belum mengalami abortus. Semoga lancar sampai kelahiran ya Moms.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *