Tuesday, September 25
Home>>Kehamilan>>Ciri-ciri Hamil Muda di Luar Kandungan yang Harus Mom Waspadai
Kehamilan

Ciri-ciri Hamil Muda di Luar Kandungan yang Harus Mom Waspadai

Bagi Mom yang sedang mempersiapkan kehamilan anak pertama, kedua, ataupun seterusnya, ciri-ciri hamil muda di luar kandungan harus Mom ketahui dan waspadai. Kondisi yang dalam istilah kedokteran disebut kehamilan ektopik ini memang harus segera ditangani agar tidak terjadi komplikasi. Untuk ciri-cirinya sendiri yaitu sebagai berikut.

·        Nyeri Perut Bagian Bawah

Apa yang Mom rasakan selama proses awal kehamilan? Jika ada nyeri pada perut bagian bawah, segera waspada. Hal ini dikeranakan nyeri pada bagian tubuh ini merupakan ciri-ciri hamil muda ektopik. Pada umumnya, hanya salah satu bagian perut saja yang terasa nyeri, sedangkan sisi lainnya normal.

Rasa nyeri ini bisa dipicu oleh menempelnya embrio di tempat yang tidak tepat, alias di luar rahim. Bahkan, rasa nyeri ini bisa semakin hebat dan bertambah parah jika sampai terjadi robekan pada organ atau tempat yang tidak lazim untuk embrio tumbuh dan menempel.

·        Pendarahan pada Vagina

Ciri-ciri hamil muda ektopik lainnya yaitu adanya pendarahan yang terjadi pada vagina. Seperti yang diulas pada poin sebelumnya, embrio tumbuh di tempat yang tidak lazim sehingga tidak layak pula untuk dijadikan tempat tumbuh dan berkembangnya embrio.

Kehamilan ektopik sebenarnya tidak jauh beda dengan kehamilan normal. Tapi, seiring bertambahnya usia kehamilan tersebut, ciri yang satu ini bisa muncul. Jadi, sebaiknya Mom rutin memeriksakan kandungan agar pendarahan ini tidak menimbulkan komplikasi dan kondisi lain yang jauh lebih parah, bahkan bisa membahayakan nyawa Mom.

·        Nyeri saat BAB

Jika kehamilan yang terjadi diiringi dengan keluhan berupa nyeri saat BAB (Buang Air Besar), kondisi ini juga mengarah pada kehamilan ektopik. Ciri-ciri hamil muda ektopik yang satu ini tidak boleh Mom sepelekan atau dianggap mules biasa.

Nyeri saat BAB ini disebabkan adanya tekanan pada rektum sehingga membuat Mom tidak nyaman dan cenderung menahannya setiap kali ingin BAB. Padahal, menahan BAB bisa mengganggu sistem pencernaan dan lagi-lagi, bisa memicu terjadinya komplikasi.

·        Tidak Nyaman saat BAK

Selain nyeri saat BAK, kehamilan ektopik bisa ditandai dengan adanya rasa tidak nyaman saat BAK (Buang Air Kecil). Padahal, kondisi hamil biasanya menyebabkan Mom lebih sering ingin BAK, bukan?

Meski ciri-ciri hamil muda ektopik yang satu ini sangat mirip dengan hamil normal, sebaiknya Mom segera memeriksakan diri ke dokter kandungan saat merasakannya. Apalagi jika Mom merasakan gejala lainnya yang menjadi ciri hamil ektopik, maka kondisi ini tidak boleh dianggap hal sepele. Embrio tersebut harus segera dikeluarkan dari dalam tubuh.

·        Cedera Organ Tubuh

Poin ini berkaitan erat dengan poin nomor 2, yaitu pendarahan pada bagian vagina. Hal ini dikarenakan pendarahan tersebut bisa muncul akibat dari cedera pada organ tubuh yang menjadi tempat menempelnya embrio (organ no-rahim).

Baik tuba palopi atau organ di luar rahim lainnya bukanlah tempat berkembangnya embrio sehingga karena lebih lemah daripada rahim, bisa terjadi robekan dan cedera. Jika Mom tidak ingin organ yang mengalami cedera ini menjadi penghambat proses kehamilan yang berikutnya, maka harus segera mendapat penanganan medis yang tepat.

Nah, Mom sudah memiliki sedikit gambaran bukan, apa saja ciri-ciri hamil muda ektopik ini? Penanganan yang cepat dan tepat mampu menurunkan risiko komplikasi dan keluhan-keluhan lainnya yang mengiringi kehamilan ektopik. Di antaranya yaitu tubuh lemas, wajah pucat, kaki dan tangan yang dingin, serta detak jantung yang semakin cepat, hingga pingsan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *