Tuesday, October 16
Home>>Kehamilan>>Cara Menghitung Usia Kehamilan Tanpa Pemeriksaan lewat USG
Kehamilan

Cara Menghitung Usia Kehamilan Tanpa Pemeriksaan lewat USG

Cara menghitung usia kehamilan via USG merupakan yang paling sering dilakukan oleh ibu hamil di Tanah Air. Banyak kalangan ahli berpendapat, bahwa pemeriksaan via USG yang paling tepat daripada lainnya. Tapi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bila Mom ingin tahu cara menghitung lainnya, silakan simak berikut ini!

A. Hitung Berdasarkan Trimester

Usia kandungan umumnya terdiri dari 9 bulan. Nah, kemudian dibagi menjadi 3 trimester dengan masing-masing memiliki durasi 3 bulan, yakni trimester pertama, kedua, dan ketiga.Pada trimester pertama, usia kehamilan baru bisa dihitung pada awal kehamilan hingga 14 minggu plus 6 hari kemudian.

Ketika berada pada trimester pertama, gejala yang muncul antara lain perasaan mudah lelah, pusing, mual, muntah, serta morning sickness.Sedangkan ketika trimester kedua, kondisi perut lebih stabil. Durasinya berjalan dari minggu ke-14 hingga 17 plus 6 hari. Untuk trimester terakhir, durasinya dari minggu berikutnya hingga siap melahirkan.

B. Perhitungan dengan Kalkulator Kehamilan

Cara menghitung usia kehamilan ini tergolong mudah dilakukan dengan seorang diri. Saat ini sudah tersedia kalkulator yang bisa diunduh secara gratis via daring. Mom hanya perlu memiliki perangkatnya saja agar bisa mengaplikasikan kalkulator kehamilan ini. Setiap waktu pun bisa diakses tanpa harus keluar biaya pemeriksaan ke bidan maupun ke dokter.

Hanya saja, data yang dimasukkan harus akurat. Cara menghitung usia kehamilan ini sangat direkomendasikan untuk Mom yang mengalami menstruasi secara teratur. Jika haid tidak teratur, maka kualitas hasil yang ditampilkan juga tidak bisa akurat. Untuk memaksimalkan cara ini, lebih baik pelajari lebih lanjut ilmunya dari HPHT.

C. Cara HitungdenganHPHT

Hanya ibu hamil dengan siklus menstruasi teratur yang bisa memakai cara hitung HPHT atau Hari Pertama Haid Terakhir. Biasanya, siklus yang normal itu berkisar antara 28-30 hari. Cara menghitungnya cukup mudah. Pertama-tama, tambahkan angka 7 pada tanggal pertama untuk haid terakhir. Lalu kurangi bulan dengan angka 3 serta tambahkan 1 per tahunnya.

Khusus dalam bulan Januari, Februari, dan Maret, penambahan angkanya senilai 9. Sedangkan penambahan angka untuk tahun tidak boleh diubah. Meskipun usiacara menghitung usia kehamilan ini tergolong mudah, tapi tidak bisa menjamin hari pastinya momen persalinan. Namanya juga perkiraan, bukan?

D. Cara MenghitungdenganTes HCG

HCG atau Human Chorionic Gonadotropin merupakan hormonpeptida yang ada ketika embrio tercipta. Hormon ini bersifat luteotrofik atau hanya ada di beberapa spesies saja, salah satunya manusia. Cara menghitungnya dengan mengambil sampel berupa air seni atau urin untuk menentukan usianya.

Bila dalam pemeriksaan air seni terdapat hormon HCG, maka usia kehamilannya berkisar antara 3-4 minggu. Tapi, ternyata pemeriksaan dengan air seni hanya salah satu cara. Sedangkan cara menghitung usiakehamilan via HCG ini bisa dengan memakai sampel darah. Terutama untuk Mom yang hasilnya sulit untuk terdeteksi.

E. Hitung dengan Metode Tinggi Puncak Rahim

Perhitungan usia kehamilan ini dimulai dari mengukur tulang kemaluan hingga puncak rahim. Proses perhitungannya bisa dilakukan dengan jari tangan. Tiap kaliterdapat kenaikan 3 jari tangan, maka usianya sudah bertambah sekitar 3 minggu. Cara ini bisa dilakukan tanpa menggunakan alat medis sama sekali dan lebih intim.

Berbagai macam cara menghitung usia kehamilan tersebut merupakan yang paling populer dan mudah digunakan.Kalau memang ingin periksa kondisi janin via USG, mungkin lebih baik datang saja pada saat memasuki trimester terakhir.Asalkan janin dalam kandungan sehat-sehat saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *