Tuesday, October 16
Home>>Kehamilan>>Bolehkah Hamil 1 Bulan Berhubungan Badan dengan Suami?
Kehamilan

Bolehkah Hamil 1 Bulan Berhubungan Badan dengan Suami?

Saat Moms hamil 1 bulan, umumnya tidak akan menyadari kalau sedang mengandung karena perut belum terlihat besar. Paling-paling sejumlah gejala seperti mual atau muntah, telat datang bulan, lemas dsb yang kerap disebut dengan morning sickness.

Pada usia 1 bulan, janin masih dalam bentuk embrio yang akan terus membelah diri dan berkembang hingga membentuk tubuh yang utuh. Di usia ini embrio hanya berupa titik kecil dengan panjang sekitar 0,2 cm.

Di samping itu, awal kehamilan ini masih sangat rentan dimana sel-sel masih terbentuk, seperti misalnya:

Endoderm – Lapisan terdalam yang nantinya akan menjadi usus, lambung, saluran pencernaan dan juga kandung kemih.

Mesoderm – Lapisan tengah yang nanti akan berubah menjadi pembuluh darah, tulang, jantung dan otot.

Ektoderm – Lapisan ini adalah lapisan terluar yang nanti akan berkembang menjadi lensa mata, enamel gigi, kulit, kuku hingga membentuk sistem syaraf.

Kembali ke gejala hamil 1 bulan, Moms biasanya baru menyadari sedang hamil setelah 1 bulan lewat karena terlambat datang bulan dan diiringi gejala morning sickness tadi. Jika hal ini terjadi, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter.

Apakah Boleh Berhubungan Badan Saat Sedang Hamil 1 Bulan?

Hamil 1 bulan kerap menjadi momok bagi Moms, terutama yang pertama kali punya anak. Berhubungan intim dianggap menjadi pantangan. Nah, sebenarnya tidak ada masalah bila Moms ingin berhubungan badan dengan suami. Dengan catatan Moms tidak memiliki riwayat serius tentang kehamilan, misalnya:

  • Pernah keguguran
  • Mengalami pendarahan
  • Plasenta bocor
  • Bayi lahir prematur
  • Leher rahim terbuka

Ketika kondisi janin dan Moms baik, berhubungan intim masih dibolehkan. Paling disarankan adalah melalui belakang atau dari samping. Tentunya Moms dan pasangan tidak melakukannya terlalu keras, maka tidak ada masalah. Meski demikian, ada sejumlah resiko yang mengintai bila melakukan hal ini, seperti kelainan kromosom, kontraksi hingga keguguran. Akan tetapi masalah ini jarang sekali terjadi. Jadi tidak perlu khawatir. Yang terpenting pastikan Moms rajin makan makanan bergizi seimbang, perbanyak istirahat dan juga lakukan menejemen stres dengan baik supaya si kecil tumbuh optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *