Tuesday, September 25
Home>>Kehamilan>>9 Faktor Risiko Terjadinya Plasenta Previa  yang Membahayakan Janin
Kehamilan

9 Faktor Risiko Terjadinya Plasenta Previa  yang Membahayakan Janin

 

Meskipun jarang, faktor risiko terjadinya plasenta previa wajib diwaspadai. Normalnya, plasenta akan berkembang hingga melebar ke atas. Sedangkan kondisi yang tidak normal, letak plasenta tetap berada di bawah dan menjauhi serviks. Bukan hanya janin yang terancam gagal lahir, tetapi juga bisa berdampak serius untuk ibunya. Inilah faktor risikonya.

A. Memakai Kokain

Dampak terbesar daripemakaian kokain adalah bisa menggugurkan janin dalam kendungan.Pada awal-awal, plasenta yang tetap di bawah, perlahan-lahan melepaskan diri.Secara otomatis, sumber kehidupan janin dalam kendungan ikut terlepas. Janin yang masih butuh banyak perkembangan akan mengalami stroke, sesak napas, penyakit jantung, hingga otak.

B. Semula Pernah Jalani Pembedahan pada Rahim

Pembedahan yang pernah dilakukan rupanya bisa membuka kembali luka lama akibat jahitan. Seiring perut membesar saat hamil, bagian yang dulunya dibedah menjadi rentan. Akibatnya, kondisi plasenta previa bisa terjadi sewaktu-waktu. Gejalanya dimulai dari adanya pendarahan yang tidak disertai rasa sakit selama 3 bulan pertama.

C. Dulu Pernah Alami Plasenta Previa

Seorang ibu hamil yang pernah mengalami kondisi ini, bisa jadi akan terulang kembali. Ironisnya, penyusutan bagian kepala saat gejala dimulai bisa lebih tragis daripada sebelumnya. Ketika didiagnosa mengalami kondisi ini, istirahat total wajib dilakukan. Kemudian kembali lakukan pemeriksaan darah serta lain-lain lewat USG.

D. Jadi Perokok Aktif

Tagline yang menyatakan, bahwa rokok bisa membahayakan janin itu benar adanya.Saat ibu hamil masihmerokok, plasenta previa yang terjadi tidak serta-merta timbul, melainkan secara perlahan. Berbagai penyusutan organ tubuhnya, termasuk ukuran janin itu terjadi secara berkesinambungan. Akibatnya, plasenta tidak akan bisa berkembang dengan baik.

E. Hamil pada Usia Lebih dari 35 Tahun

Faktor usia turut memperpanjang daftar risiko terjadinya kondisi ini. Ketika memasuki usia kepala tiga, seorang ibu hamil menjadi serba rentan. Berbagai hormonakanmengalami penurunan kualitas. Begitu pula dengan organ lainnya. Ketika hamil dan harus menyuplai nutrisi utama pada janin, rasanya akan lebih berat ketimbang saat masih usia 20-an tahun.

F. Pernah Mengandung Janin Kembar

Mengandung satu janin saja sangat menguras tenaga, apalagi kembar?Ketika janin yang berada dalam kandungan ada dua,bukanberartiplasentanyajadidua.Bisa jadi hanya satu.Akibatnya, ketika tubuh sudah cukup lelah dan harus berbagi nutrisi pada 2 makhluk hidup dalam kandungan, perkembangan plasenta bisa tertahan dan sulit naik.

G. Pernah Mengalami Keguguran Sebelumnya

Kondisi plasenta previa memang belum diketahui secara pasti faktor penyebabnya. Faktor risiko hingga poin G ini masih bersifat dugaan kuat. Saat Mom dulu pernah keguguran dan kandungan jadi kurang bersih, maka akan mengganggu perkembangan janin yang baru.Janin tersebut memerlukan tempat yang nyaman dan bersih sebelum terlahir ke dunia.

H. Pernah Mengalami Operasi Caesar

Ketika pernah mengalami operasi caesar, resikonya hampir sama dengan ibu hamil yang dulunya pernah mengalami pembedahan rahim. Hanya saja lebih berisiko yang bedah rahim. Plasenta previa yang terjadi karena ketidaksiapan jaringan kulit saat mengandung janin dalam kurun waktu singkat. Selain itu, efek trauma juga ikut memicu terjadinya kondisi itu.

I. Sudah Melahirkan Banyak Anak

Perkembangan janin dengan letak plasenta yang tidak normal ini dapat dipicu oleh faktor ini.Tapipersentasenyatergolong minimal dibandingkan lainnya. Perawatan yang diperlukan juga lebih ringan, bahkan bisa jadi tanpa pendarahan sama sekali di bulan-bulan awal serta jelang persalinan.

Faktor resiko terjadinya plasenta previa tersebut mengindikasikan bahwa proses kehamilan memang sangat rentan terhadap banyak hal. Oleh sebab itu, perlu sekali adanya pola makan serta pola hidup sehat ketika periode kehamilan dimulai. Kebersihan rahim dan lain-lain juga mutlak diperhatikan. Agar resiko terjadinya kondisi tersebut semakin kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *