Tuesday, October 16
Home>>Bayi>>9 Alergi Kulit dengan Bintik Merah yang Umum Terjadi pada Bayi
Bayi

9 Alergi Kulit dengan Bintik Merah yang Umum Terjadi pada Bayi

Alergi kulit yang terjadi semasa bayi kerap kali terjadi jika tidak diwaspadai. Bentuk yang paling umum adalah bintik-bintik merah. Maklum, kulitnya masih sangat sensitif dan mudah bereaksi. Kesamaan antara bintik merah rupanya mampu menyamarkan perbedaan di antara mereka. Jika ditinjau secara medis, inilah bintik-bintik merah yang kerap terjadi.

1. Meningitis

Mayoritas bintik pada bayi itu tidaklah berbahaya, Mom. Tapi berbeda dengan alergi kulit yang ini. Meningitis merupakan radang yang terjadi pada selaput otak serta saraf tulang belakang. Penyebab paling umum berkisar mulai dari jamur, virus, dan bakteri. Tanda awalnya meliputi rewel, kulit pucat, demam, lemas, muntah, dan lainnya.

2. Slapped Cheek Syndrome

Bintik yang ini disebabkan oleh adanya infeksi oleh virus. Ruam merah yang terjadi berwarna merah terang di kedua pipi. Kesannya seakan-akan baru saja ditampar. Ruam tersebut menyebabkan rasa gatal dan bisa menyebar ke anggota badan lain. Karena disebabkan oleh virus, maka alergi ini akan sembuh dengan sendirinya.

3. Kurap

Penyakit kulit ini lebih sering terjadi karena adanya infeksi oleh jamur. Bisa jadi juga karena kontak dengan benda yang mengandung jamur cikal bakal kurap. Jejak alergi kulit ini akan kelihatan merah dan berbentuk cincin. Ketika digaruk, maka semakin meradang. Biasanya muncul di kepala, pangkal paha, serta kaki.

4. Biang Keringat

Jangan dikira kalau keringat itu wajar jika sudah berlebihan. Apabila dibiarkan saja tanpa dikeringkan sesegera mungkin, bisa menimbulkan bintik merah. Biasanya muncul akibat cuaca yang terlalu panas disertai dengan udara lembap.U ntuk mengatasinya, maka pindahkan bayi Mom ke tempat yang lebih sejuk. Kemudian pakaikan baju tipis.

5. Milia

Alergi kulit berikutnya memiliki tanda bintik merah agak putih dan muncul di sekitar dagu, kelopak mata, hidung, serta pipi.Kondisi ini lebih sering terjadi karena pori-pori kulit tersumbat.Tapi tenang saja. Tanpa diobati dengan pengobatan kimia maupun tradisional, nanti juga sembuh sendiri. Untuk menjaga kesehatan bayi, basuh wajahnya dengan teratur.

6. Impetigo

Wujud alerginya berupa bintik merah dan seakan-akan melepuh. Kemudian akan meninggalkan kerak tebal dengan warna kuning. Penyakit ini bisa muncul akibat kontak langsung dengan penderita impetigo atau barang yang sudah terkontaminasi. Sekitar 2-3 minggu kemudian sembuh sendiri biasanya.

7. Biduran

Alergi kulit ini lebih sering disebabkan oleh kontak langsung dengan obat-obatan, sengatan jelatang, suhu dingin atau panas, lebah, dan lain-lain. Karena bersifat tidak menular, maka bisa sembuh dengan sendirinya. Hanya saja, bayi akan merasa sangat gatal selama biduran .Oleh karena itu, segera periksa ke dokter.

8. Ruam Popok

Alergi ini paling sering disebabkan oleh adanya pengendapan kotoran seperti urin serta feses dalam waktu lama pada popok. Munculnya bintik merah akibat ruam popok bisa diatasi dengan rutin menggantinya usai digunakan. Namun apabila gejalanya seperti kulit melepuh, pecah-pecah, dan kering, maka segera periksakan kedokter sebelum terlambat.

9.Eksim

Penyakit yang menimbulkan bintik merah ini paling sering disebabkan oleh kulit sensitif bayi. Umumnya memiliki gejala seperti muncul lipatan siku, lipatan leher, dan lipatan di bagian lain. Untuk mencegah terjadinya eksim, tempatkan bayi pada suhu yang sejuk dan tidak mengganggu kulit.

Alergi kulit tersebut memiliki durasi yang berbeda-beda. Jika bintik merah akibat alergi belum juga ditemukan penyebabnya, segera konsultasikan kedokter. Kemudian hindarkan segala penyebab itu di kemudian hari agar tidak mengalami hal yang sama. Bagaimana pun, bayi tetap memerlukan rasa nyaman untuk menjalani kehidupan awalnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *