Wednesday, November 14
Home>>Janin>>3 Gangguan yang Mengkhawatirkan Saat Janin 5 Bulan
Janin

3 Gangguan yang Mengkhawatirkan Saat Janin 5 Bulan

Janin 5 bulan atau awal trimester ke-dua dianggab sebagai masa yang paling nyaman untuk Moms. Pasalnya dimasa ini morning sick sudah hilang dan Moms bisa melanjutkan aktifitas seperti biasa.

Pada masa ini, panjang janin sekitar 21-22 cm dan memiliki berat sekitar 340-360 gram. Bahkan sejumlah organ penting sudah terbentuk dengan baik meskipun belum sepenuhnya sempurna. Misalnya mata, bibir, pankreas, alis hingga bulu mata. Di masa ini Moms akan merasakan pergerakan janin yang aktif dan sesekali akan dikagetkan dengan kejutan si kecil.

Meski demikian, ada saja para wanita yang tidak menjalani kehamilan 5 bulan ini dengan mulus. Sejumlah masalah pun terjadi, misalnya:

Nyeri Perut

Namnya nyeri perut tidak hanya terjadi pada kehamilan tua saja, tapi diusia yang masih 5 bulan pun masih sering terjadi. Hal ini diakibatkan oleh pembesaran rahim yang begitu cepat sehingga hal ini menyebabkan otot-otot di area persambungan tulang meregang dan mengakibatkan nyeri. Lambung dan usus pun terdorong sampai ke ats sehingga mengakibatkan naiknya asam lambung. Jadi tidak heran apa bila Moms merasakan mual dan ingin muntah kadang-kadang. Sebaiknya Moms segera kunjungi dokter bila nyeri perut menjalar hingga punggung dan datangnya secara teratur. Terlebih lagi bila disertai pendarahan dan demam. Dikhawatirkan ini mempengaruhi kesehatan janin.

Infeksi Saluran Kencing

Di usia kehamilan, kekebalan tubuh Moms jadi menurun sehingga rentan terserang infeksi. Terlebih lagi, di usia ini Moms jadi sering buang air kecil karena kandung kemih yang terdesak janin. Apa bila Moms merasakan nyeri saat buang air kecil, seperti sensasi anyang-anyangen, urine berbau menyengat dan juga demam, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter, takutnya ini adalah infeksi kandung kemih.

Kaki Bengkak

Kaki bengkak saat janin 5 bulan juga sering menjadi keluhan para Moms. Pembengkakan kaki ini terjadi karena beberapa faktor, di antaranya adalah pembuluh darah yang mengalami tekanan. Dalam dunia medis, hal ini dikenal dengan edema yang berakibat pada merembesnya cairan dari kapiler ke area organ sekitarnya, dan terjadilah pembengkakan.

Moms bisa mengatasinya dengan cara sering-sering duduk saat beberapa lama berdiri. Selain itu, hindarilah aktifitas yang terlalu berat dan pakailah sepatu yang nyaman saat bepergian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *